Senin, 13 Juni 2011

(Simulasi Perang) Indonesia diserang secara mendadak oleh negara adikuasa



Suatu hari timbul kelangkaan sumberdaya alam secara signifikan, Pemanasan Global dan keruskan ekosistem dan pengambilan kekayaan alam secara besar-bearan diberbagai negara menimbulkan krisis yang parah.. negara lain melirik Indonesia karena daerahnya sangat setrategis dan masih menyimpan kekayaan besar yang belum tergali, berbagai negara mencoba menguasai Indonesia dengan bergagai cara termasuk dengan dalih perdagangan bebas dan infestasi modal besar-besaran dengan pengambilan keuntungan labih besar pada mereka seperti kaus freeport akhir-akhir ini.. negara lain ternyata tidak sabar, dan ingin instan segera mengasai indonesia, delakukanlah oprasi intelejen di indonesia, sasarannya adalah melakukan kekacauan dan menimbulkan image buruk bagi rakyat pada pemerintahannya sendiri, mengkebiri angkatan bersenjata secara pelan-pelan dan seupaya mungkin membatasi gerak intelejen di dalam negreri dengan batuan agen-agen yang dimasukan ke parleman indonesia, persoalan lain adalah seupaya mungkin melemahkan rasa nasionalisme para pemuda, mengadudomba atas nama dasar agama dan menikmbulkan budaya hura-hura pada remaja dan seupaya mungkin menjadikan rakyat indoneia takut mati dan diharapkan saat penyerangan fisik indonesia akan mudah dikuasai

alkisah, serangan akan dilakukan secara rahasia, negara musuh sudah sangat memerlukan sumber daya, infasi untuk indonesia harus segera dilakukan.. selagi indonesia masih lemah dalam hal pertahanan, sebelum refitalisasi industri pertahanan dan pembelian senjata untuk menggantikan alutsista (alat utana sistem senjata) yang sudah usang dan udzur.. mumpung jumlah kekuatan militer indonesia belum mempu mengimbangi kekuatan lawan, dengan dalih latihan militer dengan tetangga negara Indonesia, musuh mendekati indonesia dengan kekuatan besar dan menjadikan negara tetangga sebagai pangkalan militer sementara..

suatu pagi, hal yang tak pernah diduga-duga.. pesawat siluman negara musuh memborbardir ibukota dan kota-kota besar lainnya, hanya dalam itungan menit negara menjadi dalam keadaan bahaya, pesawat-pesawat dan sistem pertahanan darat untuk menangkal serangan udara tak mampu membaca kemunculan pesawat siluman versi terbaru kepunyaan musuh, kapal-kapal penrang musuh pun ternyata sudah sangat dekat dengan pantai indoneia, teknologi yang sangat canggih mengakibatkan angkatan laut tidak dapat mengetahui kemunculan kapal musuh dan terjadilah pertempuran hebat di laut, dan seperti yang kita tahu.. armada laut yang dipunyai indonesia walaupun kondisinya memprihatinkan bertempur dengan gagah berani dan porakporanda dengan jalan terhormat..pangkala-pangkalan udara kepunyaan indonesia dihancurkan dengan mudah, bom-bom dijatuhkan oleh pasawat siluman dan menghancurkan pesawat sebelum sempat mengudara, pesawat yang sudah dapat terbangpun sangat mudah di jatuhkan dengan teknologi rudal kendali dan pesawat tanpa awak.. semua tercengang, minta bantuan ke luar pun untuk menghentikan agresi pada negara kita pasti kemungkinan berhasil sangat rendah, mengingat kekuatan diplomasi lawan untuk membungkam negaralain, apalagi alasan yang dibuat-buat untuk melegalkan penyerangan dilancarkan, intelejen musuh bertebaran dan susah di deteksi, semangat nasionalisme yang kurang dengan kekuatan militer yang terbatas menjadikan indonesia kalangkabut menghadapi lawan, wajib militerpun diberlakukan, tapi sayang rakyat yang sudah terlebih dahulu dikondisikan untuk tidak cinta pada negara dan dikondisikan takut mati tidak memenuhi panggilan negara, apalagi pengkhianat-pengkihanat negara banyak berkeliaran dengan iming-iming bayaran yang banyak.. negara dalam bahaya, pemimpin bangsa menyesal karena terlalu sibuk dengan perdebatan tanpa solusi, undang-undang wajib militer yang dicanangkan dan tidak kunjung diselesaikan ternyata terasa dampaknya ketika serangan mendadak seperti ini terjadi, kacau, negara kacau, disaat genting seperti ini, anggota separatis kedaerahan memploklamirkan diri melepaskan diri dari NKRI dengan bantuan negara musuh, Indonesia diujung kehancuran..

cerita diatas hanyalah rekaan saya saja, yang mencoba berkhayal apabila Indonesia mengalami hal ekstrim seperti diatas, miris memang bila melihat kenyataan sekarang, reformasi yang alih-alih untuk kebaikan negara berubah menjadi kekacauan dan melupakan substansi pokok bernegara yang harus kuat dalam berbagai segi, saya tergabung dalam komponen rakyat erlatih (ratih) di jawa barat. mahasiswa yang di latih kemiliteran, yang disebuat Resimen Mahasiswa (Menwa) merasa prihatin dengan keadaan ini, negara seakan di telanjangi perlahan dan pada akhirnya akan mengalami kehancuran perlahan apabila tidak segera dilakukan tindakan-tindakan yang perlu, ditengah kondisi masyarakat indonesia yang mulai melupakan dasar pemersatu serta dibatasinya peran rakyat terlatih dan memudarnya rasa cinta tanah air ikut memperburuk kondisi ini, di kalangan pengambil kebijakan, seharusnya segera mengabil tindakan nyata untuk tetap mempertahankan negara ini, TNI/POLRI saja tidak cukup.. rakyat harus ikut serta mempertahankan negara, karena negara ini bukan punyanya TNI/POLRI saja tapi semua Rakyat Indonesia.. jangan sampai apabila yang sya ceritakan diasat terjadi kita takut membela negara dan akhirnya kita kembali dalam posisi terjajah seperti dahulu kala, terpecah-pecah secara kedaerahan dan dengan mudahnya dihancurkan.. perkuat Intelejen, perkuat TNI/POLRI dengan sumberdaya dan Alutsista, perkuat idoelogi pancasila di masyarakat, perkuat rasa cinta tanah air dan berlakukan wajib militer, sebelum semunaya terlambat.. hanya di indonesia, komponen rakyat terlatih beli seragam sendiri, tidak digaji dan untuk berlatih harus merogoh kocek sendiri, kami siap mati karena hobi.. baiklah, walau negara belum dapat membiayai wajib militer, tapi.. berikan saja payung hukum untuk berjalannya pembelaan terhadap negara, jangan sampai kami tidak dapat berlatih dan bahkan di bubarkan.. jangan karena alasan reformasi kita jadi lemah mental dan menjadi penakut.. Indonesia kami bela dengan nyawa, darah dan daging kami sendiri..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar